Resume
Buku
Komunikasi
Islam
“Dr.
Harjani Hefni, Lc., M. A.”
Bab 3
BEBERAPA KONSEP DASAR
KOMUNIKASI ISLAM
1. Komunikasi Ada Sejak Manusia Ada
komunikasi pertama
adalah komunikasi adam dengan Allah SWT. Hal ini terdapat dalam Al-Qur’an Surah
Al- Baqarah ayat 31-33. Dalam ayat ini Allah mengajarkan kosa kata kepada nabi
Adam as. Dan masih banyak lagi ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini.
Diantara pelajaran yang dapat kita ambil berdasarkan
informasi dari Al-Quran dalam hal ini, adalah:
a.
Komunikasi sudah disiapkan oleh Allah sejak manusia
pertama diciptakan.
b.
Perangkat komunikasi paling penting yang diciptakan
Allah, pendengaran, penglihatan, dan fu’ad
(hati).
c.
Dengan perangkat komunikasi, Adam mendapatkan
kesempatan terhormat untuk berkomunikasi dengan Allah, Sang Pencipta. Ini
adalah bentuk komunikasi manusia dengan penciptanya.
d.
Manusia memerlukan teman untuk berkomunikasi, buat
berbagi rasa dan untuk mendapatkan ketenangan hidup. Untuk mewujudkan tujuan
tersebut Allah menciptakan Hawwa. Komunikasi Adam dan Hawwa adalah bentuk
komunikasi dengan sesama manusia.
e.
Jumlah kosa kata yang di ajarkan Allah kepada Adam.
informasi ini menunjukan bahwa kosakata yan gdi ajarkan Allah kepada Adam
sangat banyak, sehingga memungkinkannya untuk mengomunikasikan semua hal yang beliau inginkan.
f.
Komunikasi lain yang terjadi pada manusia adalah
komunikasi dalam diri yang di pengaruhi oleh bisikan baik dari malaikat ataupun
bisikan buruk yan gberasal dari setan. Dengan bisikan itu manusia bisa baik dan
bisa juga buruk.
2. Komunikasi Terkait Dengan Pandangan Islam Terhadap Manusia
Manusia makhluk empat dimensi: sebagai
makhluk Allah, sebagai diri sendiri, sebagai makhluk yang hidup dengan sesama
dan sebagai makhluk yang hidup di alam semesta.
Empat dimensi diatas
melahirkan empat jenis komunikasi, komunikasi dengan Allah, komunikasi dengan
diri sendiri, komunikasi dengan sesama manusia, dan komunikasi dengan alam
sekitarnya.
3. Komunikasi adalah Kebutuhan Dasar Hidup Manusia
Kebutuhan sandang,
pangan, dan papan tidak mungkin terwujud tanpa komunikasi. Begitu juga dengan
kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan
kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri tidak mungkin diwujudkan tanpa
komunikasi.
4. Komunikasi adalah Wujud dari Kasih Sayang Allah
Terhadap Manusia
Di antara bentuk bentuk rahmat dan wujud kasih
sayang Allah kepada seluruh manusia adalah kemampuan berkomunikasi dengan
sesama dengan berbagai macam bahasa. Dengan komunikasi manusia mampu menjalin
kasih.
5. Komunikasi bertujuan untuk saling mengenal antar
manusia buat mewujudkan semangat takwa.
Hal ini di jelaskan dalam QS. Al-Hujurat (49): 13.
Allah menciptakan manusia menjadi beragam suku dan bangsa agar manusia saling
mengenal ta’aruf.
Ditutupnya ayat di atas dengan kalimat “inna akramakum ‘indallah alqakum” (sesungguhnya
orang yang mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di antara
kalian) mengisyaratkan bahwa ta’aruf seorang muslim dengan orang lain
seharusnya membawa dampak positif (nilai-nilai takwa) bagi orang-orang di
sekitarnya.
6. Komunikasi Bertujuan untuk Menebar Semangat Silm
(Kedamaian dan Kenyamanan)
Akhir dari proses
komunikasi adalah mengantarkan manusia untuk merasakan kehidupan yang damai dan
nyaman (silm).
7. Komunikasi adalah Paket
Hati, lisan, dan anggota tubuh. Hati
yang berkehendak diungkapkan oleh lisan dan dilakukan oleh anggota tubuh
8. Komunikasi memiliki efek dunia dan akhirat
Karena besarnya pengaruh komunikasi (hingga memiliki
efek dunia dan akhirat), maka kita perlu berpikir sebelum berkomunikasi, apakah
membawa dampak positif atau negatif terhadap diri kita dan orang lain.
Sumber: Dr. Harjani Hefni. 2015. Komunikasi Islam.
Jakarta: Prenadamedia Group.
Komentar
Posting Komentar